"Simulasi ini (penyelamatan kapal selam) memang sudah diagendakan. Para prajurit sebelumnya telah melalui persiapan yang lumayan panjang," kata Kadispen Armatim Letkol Yayan Sugiana usai menghadiri pemakaman Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo di pemakaman khusus warga TNI Angkatan Laut wilayah timur, Juanda, Sidoarjo, Minggu (8/7/2012).
Kabar yang berhembus, tentara angkatan laut luar negeri pun belum tentu berani melangsungkan simulasi penyelamatan kapal selam semacam ini. Lalu mengapa Komando Armada Timur (Koarmatim) TNI AL berani menggelar simulasi tersebut?
"Usaha ini justru untuk menemukan sikap profesionalisme prajurit. Yaitu satu-satunya dengan cara berlatih. Yang namanya prajurit harus tetap berlatih," jawabnya.
http://news.detik.com/read/2012/07/07/194718/1960190/10/dua-tni-al-gugur-saat-simulasi-penyelamatan-kapal-selam-di-situbondoMenjelang hari simulasi, lanjut Yayan, para prajurit dan seluruh anggota TNI AL yang terlibat juga terus-menerus dilatih keterampilan. Termasuk keterampilan selam.
"Latihan sudah berkali-kali dilaksanakan, termasuk keterampilan selam. Salah satunya, latihan diving di dalam tangki selam milik Dislambair," jelas Yayan.
Namun, adanya kecelakaan yang menimpa Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jeffri hingga tewas di luar prediksi. Yayan berharap semoga keluarga yang ditinggalkan tabah.

Diberitakan sebelumnya, simulasi penyelamatan Kapal Selam KRI Cakra 401 mengalami gangguan. Akibatnya, dua orang perwira tewas. Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dan Kolonel Laut (P) Jeffri mengalami pendarahan pada hidung dan telinga saat muncul ke permukaan laut.
Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo dimakamkan di pemakaman khusus warga TNI Angkatan Laut wilayah timur, Juanda. Tepatnya di Desa Gebang, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
(Detik Surabaya)
.gif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar